PANDUAN PENGGUNAMemahami Frekuensi Pembaruan
Frekuensi pembaruan biasanya dinyatakan sebagai jumlah pembaruan per satuan waktu, misalnya berapa kali data diperbarui dalam sehari atau berapa hari jarak antar pembaruan. Angka itu dihitung dari catatan waktu pembaruan yang tersimpan, bukan dari perkiraan atau target. Karena itu, cara membacanya bergantung pada periode pencatatan dan aturan pembulatan yang dipakai saat data diolah.
Asal Angka Frekuensi
Angka frekuensi berasal dari catatan waktu setiap pembaruan yang tersimpan di sistem. Tanpa catatan itu, angka apa pun hanya perkiraan. Karena itu, pertanyaan pertama yang perlu diajukan adalah dari mana catatan waktu diambil dan apakah catatan itu lengkap untuk periode yang dimaksud.
Periode Pengamatan
Frekuensi yang dihitung atas satu hari akan berbeda dengan yang dihitung atas satu bulan. Periode yang lebih panjang biasanya meredam fluktuasi harian, tetapi juga menyembunyikan detail seperti jeda panjang atau pembaruan ganda dalam satu waktu. Selalu cocokkan angka dengan periode yang tertulis.
Hal yang perlu diperiksa
- Periksa periode pencatatan sebelum membaca angka frekuensi.
- Pastikan satuan waktu yang dipakai konsisten (harian, mingguan, atau bulanan).
- Ketahui apakah angka dihitung dari rata-rata atau dari selisih waktu antar pembaruan.
Jika masih ada yang belum jelas, tanyakan langsung kepada penyelenggara layanan tujuan sebelum melanjutkan. Informasi pada banner adalah materi promosi; ketentuan tertulis pada layanan tujuan tetap perlu dibaca.